TERNATE — Sebagai upaya nyata mendukung program Kementerian Pendidikan untuk mengakselerasi penerapan kurikulum baru, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) bersama Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) STKIP Kieraha Ternate akan menyelenggarakan Workshop Implementasi Asesmen Kurikulum Merdeka secara luring terbatas.

Workshop ini dirancang khusus untuk memberikan panduan praktis dan aplikatif bagi para guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, serta mahasiswa calon guru tingkat akhir mengenai format-format penilaian baru dalam struktur kurikulum merdeka. Fokus utama kegiatan adalah peralihan metode dari ujian konvensional berbasis hafalan menjadi penilaian berkelanjutan berbasis produk, proyek (P5), portofolio, dan asesmen diagnostik awal.

Bertindak sebagai fasilitator utama adalah Dra. Hj. Ratna Sari, M.Pd., seorang pakar pengembang kurikulum dan Widyaprada dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Maluku Utara. Beliau didampingi oleh tim instruktur LPM STKIP Kieraha yang telah tersertifikasi tingkat nasional.

"Tujuan utama asesmen kurikulum merdeka bukanlah memberi peringkat anak, melainkan memetakan kebutuhan belajar mereka agar setiap guru dapat menyajikan pembelajaran berdiferensiasi yang adil," jelas narasumber BPMP.

Materi Pokok & Kegiatan Praktik:

  • Penyusunan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP).
  • Penyusunan instrumen Asesmen Diagnostik Kognitif dan Non-Kognitif di Awal Semester.
  • Desain Rubrik Penilaian untuk Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
  • Praktik Penginputan Rapor Pendidikan dan Aplikasi Rapor Kurikulum Merdeka (e-Rapor).

Persyaratan & Tata Cara Keikutsertaan:

Mengingat workshop ini mengutamakan praktik langsung di ruang laboratorium komputer (Lab Microteaching), kuota peserta dibatasi maksimal hanya untuk 45 orang. Setiap peserta diwajibkan membawa perangkat laptop masing-masing dan membawa draf modul ajar/RPP yang sedang berjalan di sekolah asal untuk dibedah secara langsung pada sesi praktik sore.