TERNATE, Humas STKIP — Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Kieraha Ternate secara resmi melepas sebanyak 240 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan XXVI Tahun Akademik 2025/2026. Acara pelepasan khidmat ini diselenggarakan di halaman utama kampus pada hari Kamis, dipimpin langsung oleh Ketua STKIP Kieraha Ternate, Dr. Sidik D. Ali, M.Pd., serta dihadiri oleh jajaran pimpinan lembaga, dosen pembimbing lapangan, dan perwakilan pemerintah daerah.

Para peserta KKN Angkatan XXVI kali ini akan diterjunkan ke 20 desa/kelurahan yang tersebar di wilayah pesisir Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara. Program KKN ini akan berlangsung selama dua bulan penuh, dengan fokus utama program kerja pada pengabdian masyarakat di bidang pendidikan dasar, penataan administrasi desa, pemetaan potensi wisata pesisir, serta pembinaan pemuda karang taruna lokal.

Dalam sambutannya, Ketua STKIP Kieraha Ternate, Dr. Sidik D. Ali, M.Pd., berpesan kepada seluruh mahasiswa agar senantiasa menjaga nama baik almamater selama berbaur dengan masyarakat. Beliau menekankan bahwa program KKN bukan sekadar syarat kelulusan akademik akademik, melainkan wadah aktualisasi keilmuan secara nyata.

"Gunakan kesempatan emas ini untuk mengabdi dengan ikhlas. Sebagai calon pendidik pendidik, mahasiswa STKIP wajib menjadi pelopor literasi dan perubahan positif di desa lokasi KKN masing-masing. Jaga etika, hormati adat istiadat setempat, dan tularkan energi belajar yang ceria kepada adik-adik di daerah pesisir," ujar Ketua STKIP.

Ketua LPM STKIP Kieraha menambahkan bahwa sebelum diterjunkan, seluruh mahasiswa telah dibekali dengan pembekalan teknis kependidikan selama 3 hari. Pembekalan tersebut mencakup materi kurikulum merdeka, metodologi pengajaran literasi dasar di kawasan pesisir, penanganan mitigasi bencana sekolah, serta metode pengisian borang data potensi desa secara digital.

Pelepasan mahasiswa ditandai secara simbolis dengan pemakaian jaket KKN almamater kepada perwakilan mahasiswa dan penyerahan surat keputusan penugasan kepada Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Pihak kampus berharap kegiatan pengabdian ini mampu memberikan dampak konkret dalam mengatasi keterbatasan akses sarana kependidikan di pelosok Maluku Utara.