STKIP KIE RAHA TERNATE

Program Studi Pendidikan Olahraga Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Kie Raha Ternate Sabtu, (21/07/2018) gelar tes VO2max sebagai tes keterampilan kebugaran jasmani. Dalam tes VO2max itu dipandu langsung oleh dosen-dosen Prodi Pendidikan Olahraga STKIP Kie Raha Ternate.

Sekretaris Prodi Pendidikan Olahraga STKIP Kie Raha Ternate Muliadi Muin, M.Pd saat dikonfirmasi mengatakan Tes VO2max ini rencananya akan dibuka II gelombang. Gelombang I diikuti oleh 37 calon mahasiswa baru sedangkan gelombang ke II insya Allah akan dilaksanakan di bulan agustus (bulan depan). Selain itu tes VO2max sudah menjadi kegiatan tahunan Program Studi saat calon mahasiswa baru Prodi Olahraga STKIP Kie Raha Ternate yang dinyatakan lulus mengikuti Tes Penjaringan Mahasiswa Baru (TPMB). Dikatakanya, dalam Tes VO2max itu ada beberapa jenis tes yang akan dites, antaranya; Lari 50/60 meter, Gantung siku tekuk dan angkat tubuh, Baring duduk 60 detik, loncat tegak (loncatan I, loncatan II, loncatan III), serta lari bolak-balik (bleep test). Kemudian di setiap tes yang dilakukan oleh mahasiswa baru ini akan dinilai oleh masing-masing juri.

Lanjut Pak Mul sapaan akrapnya dalam olahraga, istilah VO2max tentu bukanlah hal yang asing lagi. VO2max adalah volume maksimal O2 yang diproses oleh tubuh manusia pada saat melakukan kegiatan yang intensif. Volume O2 max ini adalah suatu tingkatan kemampuan tubuh yang dinyatakan dalam milliliter/menit/kg berat badan. Kita perlu ketahui juga faal (mekanisme/kerja) dari tubuh manusia. Setiap sel membutuhkan oksigen untuk mengubah energi makanan menjadi ATP (Adenosine Triphosphate) yang siap pakai untuk kerja tiap sel yang paling sedikit mengkonsumsi oksigen adalah otot dalam keadaan istrahat. Sel otot yang berkontraksi membutuhkan banyak ATP. Akibatnya otot yang dipakai dalam latihan membutuhkan lebih banyak oksigen. Sel otot membutuhkan banyak oksigen dan akan menghasilkan CO2. Kebutuhan akan oksigen dan CO2 yang dihasilkan dapat diukur melalui pernafasan kita. Sedangkan tingkat kebugaran dapat diukur dari volume konsumsi oksigen saat latihan pada kapasitas maksimum. “Paparnya”.

Hal senada juga diungkapkan oleh Fauji Marajabessy, M.Pd yang mengatakan VO2max adalah tingkat maksimum kadar oksigen yang dapat digunakan tubuh ketika sedang berlari. Karena VO2max merupakan kombinasi dari kemampuan jantung memompa darah yang kaya dengan oksiden dan efisiensi otot dalam menarik dan menggunakan oksigen tersebut. Fauji yang juga dosen Prodi Olahraga itu mengatakan tes atau latihan VO2max akan meningkatkan jumlah oksigen yang dibutuhkan tubuh; semakin banyak oksiden yang dapat digunakan, semakin cepat kamu akan dapat berlari. Karena latihan VO2max itu dilakukan dengan kecepatan diatas jenis latihan lain, latihan ini memaksa kita untuk berlari secara lebih efisien dengan postur tubuh yang baik. “Bebernya”.

*Oes-UKM*.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *